Anthony Meluncur Ke Final Jonatan Mundur Sebab Kram

Anthony Meluncur Ke Final Jonatan Mundur Sebab Kram

Anthony Meluncur Ke Final Jonatan Mundur Sebab Kram, Pemain favorit tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, meluncur ke final Mola TV PBSI Home Turnamen sesudah menaklukkan Chico Aura Dwi Wardoyo 21-12, 21-13 di Pelatnas Cipayung. Favorit pertama itu belum mendapatkan kendala bermakna, termasuk juga dalam pertandingan menantang Chico. Untuk rekan satu team yang seringkali latihan bersama-sama, Anthony telah pahami type permainan Chico. Dia melihat laga perempat final di antara Chico serta Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay untuk pelajari permainan serta taktik Chico.

“Saya melihat video laga Chico menantang Ikhsan, Chico banyak ide untuk menggempur, jadi sedapat mungkin saya menahan gerakan ia waktu ingin lakukan gempuran. Dari pertama saya terus mendesak serta menggenggam kontrol permainan,” jelas Anthony saat interviu setelah laga, lewat launching

Sebelum game ke-2 diawali, laga pernah berhenti sebab Anthony alami mimisan serta minta pertolongan dokter. Sesudah mendapatkan perawatan, Anthony mengakhiri laga secara baik.

“Sebenarnya telah merasai mimisan dari game pertama, di point 17 atau 18. Tetapi saya pikirkan tanggung, sesaat lagi ingin mulai. Jadi saya masih menjaga konsentrasi, janganlah sampai terusik. Diawalnya game ke-2 baru meminta pertolongan dokter, agar saya dapat meneruskan laga lagi,” tutur Anthony.

Walau menang dua game langsung, Anthony beri pujian permainan Chico yang dinilai punyai permainan serang yang bagus. Tetapi ada beberapa hal yang perlu dinaikkan Chico.

“Chico jika di latihan semangat, setiap program diiringi dengan optimal. Tetapi ada satu-dua point yang perlu ia lihat di atas lapangan seperti langkah main serta taktik. Kami kan telah saling tahu permainan semasing, jadi di atas lapangan harus beradu taktik, bagaimana triknya musuh tidak dapat keluarkan kelebihan ia,” papar Anthony Sinisuka Ginting.

Tantang Shesar Hiren

Anthony akan berjumpa dengan Shesar Hiren Rhustavito yang automatis meluncur ke final sesudah rivalnya di semi-final, Jonatan Christie, putuskan untuk mundur sebab alami kram. Partai persaingan perebutan tempat ke-3 tidak dimainkan, rangking ke-3 automatis jatuh ke tangan Chico.

“Jonatan alami kram sampai satu tubuh sesudah laga tempo hari. Waktu bangun pagi hari ini keadaannya belum juga sangat mungkin untuk berlaga,” kata Kepala Bagian Pembinaan serta Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.

“Ini jadi bahan penilaian untuk kami, tempo hari latihannya belum full. Ada deskripsi jika telah ada kompetisi sah bermakna persiapannya harus lebih bagus lagi. Memang semua tentu ingin Jonatan versus Ginting di final, tetapi di luar sangkaan beberapa pemain pelapis memberi perlawanan,” lanjut Susy.

Jonatan melalui pertandingan panjang di perempat final menantang Karono. Laga dimenangi Jonatan dengan score akhir 21-18, 18-21, 21-16 dalam tempo 80 menit. Saat pagi harinya, Jonatan harus juga berlaga seru di pertandingan penyisihan group H menantang Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dengan score 18-21, 21-10, 21-16 dalam tempo 71 menit.

“Di satu bagian ini bagus sebab pemain pelapis ingin menunjukkan mereka dapat memberi perlawanan. Tetapi di lain sisi, beberapa senior harus kerja keras di kompetisi ini,” tambah Susy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *