Indonesia Memberikan dukungan PBSI Bertambah Mandiri dalam Finansial

Indonesia Memberikan dukungan PBSI Bertambah Mandiri dalam Finansial

Indonesia Memberikan dukungan PBSI Bertambah Mandiri dalam Finansial, Dua pebulutangkis Indonesia dengan status olimpian, Taufik Hidayat serta Ricky Subagja, ikut mengatakan keinginannya pada Persatuan Bulu tangkis Semua Indonesia (PBSI). Waktu ramai penyalonan pada Ketua Umum PBSI 2020-2024, ke-2 peraih medali emas Olimpiade itu mengharap PBSI menjadi organisasi yang mandiri dengan cara keuangan.

Taufik Hidayat mengharap ada loyalitas untuk bawa PBSI jadi mandiri dengan cara keuangan serta lakukan desentralisasi pembinaan di wilayah. Menurut dia, hal tersebut jadi keperluan yang perlu dipenuhi dengan Ketua Umum PBSI yang akan datang. “Jangan tergantung dari sponsor besar dan di waktu mendatang. Sponsor-sponsor di wilayah harus dihampiri serta dikasih pemahaman,” tegas peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu. “Siapa saja pengurusnya, jangan bawa nama wilayah, tetapi bawa serta nama Indonesia. Jadi tidak ada yang bawa nama club atau PB, harus bawa serta nama Indonesia,” papar Taufik Hidayat tentang keinginannya pada PBSI.

Seirama dengan Taufik Hidayat, pebulutangkis putra Indonesia yang peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996, Ricky Subagja, ingin PBSI bertambah mandiri. PBSI Bertambah Mandiri Hal itu dinilai ada pada calon yang tengah diusung oleh beberapa Pengprov PBSI, Agung Firman Sampurna. “Saya anggap benar-benar pas, sebab kecuali untuk Ketua BPK dia menyukai bulu tangkis. Saya mengharap beliau bisa menarik sponsor lain untuk selalu memberikan dukungan olahragawan wilayah supaya bisa berprestasi,” tutur Ricky Subagja.

Tetapi, Ricky memberi pesan supaya PBSI tidak semata-mata pikirkan pembinaan bulu tangkis di rasio nasional. Menurut dia, pembinaan serta sarana di wilayah harus memperoleh perhatian supaya prestasi bulu tangkis Indonesia dapat kembali lagi hidup. Awalnya, legenda bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono, mengutarakan dua persyaratan yang perlu dipunyai calon Ketua umum PBSI 2020-2024. Menurut Rudy, ketentuan pertama buat calon ketua umum PBSI ialah seorang yang betul-betul menyukai bulu tangkis.

“Persyaratan pertama kalinya harus menyukai bulu tangkis. Kita semua paham bulu tangkis Indonesia ini telah mendunia, dan jadi adat Indonesia yang disebutkan pada tiap Olimpiade. Jadi, sebagai ketua umum kelak harus orang yang menyukai bulu tangkis,” kata Rudy Hartono. Persyaratan ke-2, lanjut Rudy Hartono, ialah figur itu harus dapat menghidupkan bulu tangkis. Menurut Rudy, langkah menghidupkan bulu tangkis dengan lakukan beberapa terobosan baru. Rudy menjelaskan walau Indonesia masih teratur mendapatkan prestasi dunia di tempat bulu tangkis dunia, tetapi nampak ada pengurangan. Supremasi bulu tangkis Indonesia, katanya, tidak sekuat dahulu.

26 Pengprov PBSI Junjung Agung Firman Sampurna, Legenda Bulu tangkis Usulkan Moeldoko

Sekarang ini ada dua nama yang telah muncul ke permukaan dalam bursa penyalonan Ketua Umum PBSI 2020 sampai 2024. Ada 26 Pengprov PBSI memberi suport ke Agung Firman Sampurna. Disamping itu, beberapa legenda bulu tangkis Indonesia menyarankan supaya Moeldoko ingin maju untuk mencalonkan diri. Ketua PBSI DKI Jakarta, Alex Tirta, akui ada 26 Pengprov PBSI yang memberikan dukungan Agung Firman Sampurna untuk dapat melanjutkan Wiranto untuk Ketua umum PBSI periode 2020 sampai 2024.

Beberapa Pengprov PBSI itu mengaku jika organisasi yang memayungi olahraga bulu tangkis di Indonesia itu memang seharusnya menjadi satu organisasi yang mandiri, serta yakini figur Agung yang Ketua BPK RI ialah pilihan pas. “Perlu cari sponsor yang dapat membesarkan pekerjaan bulu tangkis di daerah Republik Indonesia sampai ke wilayah, buat capai prestasi dengan cara optimal. PBSI harus mandiri dengan cara nasional atau regional,” tutur Ketua Pengprov PBSI Bengkulu, Suharto.

Hal itu diutarakan oleh Ketua Umum Pengprov PBSI Lampung, Abdullah Fadri Aulia. Abdullah menjelaskan persoalan PBSI sejauh ini ialah permodalan, baik di wilayah atau di pusat. “Masih terhalang untuk cari sponsor yang siap menolong dalam rencana bertambah memberikan dukungan supaya pekerjaan pembinaan bisa berjalan lebih bagus lagi,” katanya. Sama seperti yang diutarakan Alex Tirta, dimana ada 26 Pengprov PBSI memberikan dukungan Agung Firman Sampurna, ketua-ketua pengprov itu juga mengutarakan faktanya.

“Beliau muda, dinamis dan punyai semangat juang memajukan prestasi bulu tangkis anak negeri,” tutur Suharto. “Beliau tokoh nasional yang punyai kekuatan cendekiawan serta eksper pimpin instansi besar seperti BPK. Saya percaya dia akan memerhatikan wilayah serta seringkali turun kesana lihat langsung sarana serta perubahan olahragawan,” timpal Abdullah. Disamping itu, Rudy Hartono serta beberapa legenda bulu tangkis lain telah mempunya calon yang akan didorong pada penyeleksian ketua umum PBSI 2020-2024. Beberapa legenda bulu tangkis itu menggerakkan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko maju untuk calon Ketua Umum Pengurus PBSI periode 2020-2024.

Kemauan beberapa bekas olahragawan itu dikatakan langsung dalam tatap muka dengan bekas Panglima TNI itu dalam acara makan siang di Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Dalam tatap muka, ada juga beberapa legenda lain seperti Hariyanto Arbi, Liem Swie King serta Eddy Hartono. Sebab bekas olahragawan tidak mempunyai hak suara, turut juga perwakilan dua club yaitu PB Djarum serta PB Jaya Raya yang mempunyai keinginan yang serupa. PB Djarum diwakilkan oleh Lius Pongoh, Ivanna Lie, Tontowi Ahmad, Liliana Natsir, Christian Hadinata, dan Yuni Kartika. Hariyanto Arbi, legenda bulu tangkis tunggal putra Indonesia, akui beberapa legenda menggerakkan Moeldoko maju sebab mengharap ada figur yang dapat ditampilkan hingga beberapa pemilik suara mempunyai pilihan dalam penyeleksian kelak.

“Awalannya kami beberapa legenda dari tim-tim besar dari Jaya Raya sampai PB Djarum mengulas mengapa belumlah ada calon, walau sebenarnya kepengurusan saat ini hampir habis. Kami kumpul saja, ulas siapapun yang dapat didorong maju, menjadi alasan untuk beberapa pemilik suara, sebab kami beberapa legenda kan tidak mempunyai suara,” kata Hariyanto Arbi. “Kami ingin figur calon ketua umum yang dapat dekat sama olahragawan serta tentunya dapat cari uang,” tambah Hariyanto. Dari pembicaraan itu ada nama Moeldoko. Selama ini, beberapa legenda bulu tangkis Indonesia itu cuma mempunyai satu nama yang didorong maju pada penyeleksian Ketua Umum PP PBSI.

“Kami telah minta ke Pak Moeldoko. Belum belum menyetujui atau menampik. Tetapi, konsepnya beliau katakan jika Indonesia memerlukan tentu siap. Tetapi, beliau menjelaskan jika maju, banyak yang penting diperhitungkan, harus dapat memberi prestasi,” papar Hariyanto. “Sampai saat ini belumlah ada jawaban, kami masih menanti jawaban dari beliau,” sambung Hariyanto.

Saat diberi pertanyaan fakta menggerakkan Moeldoko untuk maju untuk ketua umum PBSI, Hariyanto menyebutkan sebab Kepala Staf Kepresidenan itu memperlihatkan perhatian ke olahraga serta bulu tangkis. Menurut Hariyanto, satu salah satunya Moeldoko turut memberi perhatian saat PB Djarum bermalasah dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada tahun kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *