Masalah Peluang Praveen/Melati di Melati Daeva BWF World Tour Final

Masalah Peluang Praveen/Melati di Melati Daeva BWF World Tour Final

Masalah Peluang Praveen/Melati di BWF World T0ur Final, Pelatih ganda kombinasi Richard Mainaky tidak mempermasalahkan rangking Praveen Jordan/Melati Daeva yang terjerumus di BWF World Tur Final 2020. Menurut dia, menjaga rangking kwalifikasi Olimpiade lebih bernilai.

Mengarah rangking pebulutangkis Indonesia di klassemen BWF World Tour Final 2020, cuman ada 4 wakil yang penuhi ketentuan bisa lolos 8 besar.

Mereka adalah ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon serta Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang semasing ada di rangking 3 serta 8, lalu ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di urutan ke-3, dan ganda kombinasi cuman Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang termasuk aman di rangking 7. Sedang Praveen Jordan/Melati Daeva ada di rangking 13 di papan klassemen.

Richard mengaku ada ketidaksamaan rangking dari 2 pasang olahragawan unggulannya. Tetapi dia tidak begitu mempermasalahkan sebab konsentrasinya ke kejuaraan yang semakin besar.

“Jika saya sich pokoknya lebih konsentrasi ke point olimpiade. Itu yang saya prioritaskan. Berarti, bagaimana Praveen/Melati ini tidak keluar dari 4 besar rangking kwalifikasi Olympic,” kata Richard Mainaky, menyinggung peluang ganda kombinasi di kompetisi penutup tahun 2020.

“Sesaat untuk Hafiz/Gloria penting untuk bisa lolos (BWF World Tour Final) sebab point di gelaran itu besar untuk menyikat mereka tembus kwalifikasi Olimpiade Tokyo,” ia menerangkan.

Hafiz/Gloria sekarang ini ada di rangking 8 kwalifikasi Olimpiade tetapi belum seutuhnya aman. “Jadi untuk saya jika mereka (Praveen/Melati) tidak lolos sebetulnya tidak begitu dampak. Toh, sejauh ini saya dengan Roedy (Bambang Roedyanto, Kepala sub sektor Jalinan Internasional PP PBSI) kerap contact serta kalkulasi point,” ia memaparkan.

Berkenaan dengan itu, Richard Mainaky masih tetap menanti kepengurusan baru tercipta. Awalnya, PBSI tidak pengin bertaruh masalah keberangkatan team ke Asia Open I serta Asia Open II, gelaran kwalifikasi ke arah BWF World Tour Final, di Thailand, Januari kedepan. Mereka menunggu Ketua PBSI baru dipilih terlebih dahulu.

“Karena itu kita menanti itu. Tetapi saya pikir begitu beresiko serta tidak bagus untuk pengurus baru bila tidak kirim olahragawan ke 2 kompetisi tersisa tahun 2020. Karenanya spekulasi pasti pengurus baru ingin lebih bagus. Apa lagi untuk olimpiade, itu terpenting,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *